Vektor Reservoir penyakit dan Agen fisika,kimia dan mikrobiologi penyebab penyakit.
AGENT PENYAKIT
Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tapi
menyebarkannya dengan membawa patogen dari satu inang ke yang lain. Berbagai
jenis nyamuk, sebagai contoh, berperan sebagai vektor penyakit malaria yang mematikan.
Pengertian tradisional dalam kedokteran ini sering disebut "vektor
biologi" dalam epidemiologi dan pembicaraan umum. Dalam terapi gen, virus
dapat dianggap sebagai vektor jika telah di-rekayasa ulang dan digunakan untuk
mengirimkan suatu gen ke sel targetnya. "Vektor" dalam pengertian ini
berfungsi sebagai kendaraan untuk menyampaikan materi genetik seperti DNA ke
suatu sel. Vektor adalah jenis serangga dari filum Arthropoda yang dapat
memindahkan/ menularkan suatu penyakit (infectiuous agent) dari sumber infeksi
kepada induk semang yang rentan (susceptible host). Jenis Dari filum
Arthropoda tersebut yang menjadi vektor adalah;
§ Ordo Dipthera, kelas Hexapoda (kaki enam), contohnya :
a) Nyamuk Anopheles
sebagai vektor penyakit malaria
b) Nyamuk Aedes
aegypti sebagai vektor penyakit DHF
c) Nyamuk Culex
fatigans sebagai vektor penyakit elephantiasis (kaki gajah)
d) Lalat rumah (musca
domestica, domestic fly)sebagai vektor penyakit perut
e) Lalat Tse-tse
sebagai vektor penyakit sleeping sickness (penyakit tidur abadi)
f) Lalat kuda
(tomoxys calcitrans) sebagai vektor penyakit antraks
§ Ordo Siphonaptera. Contohnya pinjal tikus (xenopsylla cheopis) sebagai
vektor penyakit plague (pes).
Reservoir, Hewan-hewan yang menyimpan
kuman patogen dimana mereka sendiri tidak terkena penyakit disebut reservoir.
Reservoir untuk arthropods borne disease adalah hewan-hewan dimana kuman
patogen dapat hidup bersama. Binatang pengerat dan kuda merupakan reservoir
untuk virus encephalitis. Penyakit ricketsia merupakan arthropods borne disease
yang hidup di dalam reservoir alamiah.seperti tikus, anjing, serigala serta
manusia yang menjadi reservoir untuk penyakit ini. Pada banyak kasus,kuman
patogen mengalami multifikasi di dalam vektor atau reservoir tanpa menyebabkan
kerusakan pada intermediate host.
Ada 3 faktor yang
dapat mempengaruhi terjadinya suatu penyakit :
1. Cuaca
Iklim dan musim merupakan faktor utama yang
mempengaruhi terjadinya penyakit infeksi. Agen penyakit tertentu terbatas pada
daerah geografis tertentu, sebab mereka butuh reservoir dan vektor untuk hidup.
Iklim dan variasi musim mempengaruhi kehidupan agen penyakit, reservoir dan
vektor. Di samping itu perilaku manusia pun dapat meningkatkan transmisi atau
menyebabkan rentan terhadap penyakit infeksi. Wood tick adalah vektor
arthropoda yang menyebabkan penularan penyakit yang disebabkan ricketsia.
2.
Geografis
Insiden penyakit yang ditularkan arthropoda berhubungan langsung dengan
daerah geografis dimana reservoir dan vektor berada. Bertahan hidupnya agen
penyakit tergantung pada iklim (suhu, kelembaban dan curah hujan) dan fauna
lokal pada daerah tertentu, seperti Rocky Mountains spotted fever merupakan
penyakit bakteri yang memiliki penyebaran secara geografis. Penyakit ini
ditularkan melalui gigitan tungau yang terinfeksi.oleh ricketsia dibawa oleh
tungau kayu di daerah tersebut dan dibawa oleh tungau anjing ke bagian timur
Amerika Serikat.
3.
Perilaku Manusia
Interaksi antara manusia, kebiasaan manusia.membuang sampah secara
sembarangan, kebersihan individu dan lingkungan dapat menjadi penyebab
penularan penyakit arthropoda borne diseases.
Agent
fisika,kimia dan mikrobiologi yang merupakan penyebab penyakit:
o Agent fisik adalah agent penyakit yang dapat
menyebabkan cedera atau penyakit karena pengaruh seperti contohnya antara lain
trauma yaitu trauma ginjal, trauma lahir, dan trauma mata, Radiasi adalah
pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau
antara, missal pemacaran dan perambatan gelombang, elektromagnetik, gelombang
bunyi, gelombang lenting, penyiaran, dan lain sebagainya. Agent fisik adalah
agent penyakit yang dapat menyebabkan cedera atau penyakit karena pengaruh
seperti contohnya antara lain : trauma, radiasi , kebisingan, dan suhu. Berikut
ini akan dibahas contoh-contoh dari agent fisik.
1.
Trauma.
Istilah “trauma” diambil dari kata
Greek untuk menunjukkan “luka”. Secara sederhana trauma bermakna luka atau
kekagetan (shock). Dalam artian psikologis trauma mengacu pada
pengalaman-pengalaman emosional yang mengejutkan, menyakitkan dan membawa
dampak serius tidak jarang untuk jangka waktu yang lama.
2.
Radiasi.
Radiasi adalah pemancaran dan
perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau antara, missal
pemacaran dan perambatan gelombang, elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang
lenting, penyiaran. Dengan demikian dapat dikatan bahwa radiasi bukan hanya radisi
nuklir, tetai juga radiasi lain seperti gelombang radio, pancaran sinar, dan
lain-lain. Banyak orng beranggapan bahwa radiasi hanya terkait dengan reactor
nuklir atau bom nuklir yang tidak banyak di ketahui sesungguhnya adalah bahwa
ala mini juga merupakan pemancar radiasi.
3.
Kebisingan.
Bunyi adalah sesuatu yang tidak dapat
kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. Namun sering bunyi-bunyi tersebut
merupakan bagian dari kerja kita tetapi tidak kita inginkan. Kebisingan
mempengaruhi kesehatan, dari hasil penelitian diperoleh bukti bahwa intensitas
bunyi yang dikategorikan bising dan mempengaruhi kesehatan (pendengaran) adalah
diatas 60 Hz.
4.
Faktor suhu lingkungan.
Iklim juga berpengaruh terhadap media
transmisi penyakit misalnya faktor akan berkembangbiak dengan optimum apabila
suhu, kelembaban, zat hara semua terserah dalam jumlah yang optimum untuk
kehidupannya. Pada keadaan optimum, nyamuk cepat sekali berubah dari fase telur
hingga fase dewasa, misalnya 7 hari atau kurang. Sedangkan apabila lingkungan tidak
mengizinkan, maka siklus ini akan berlangsung sangat lama. Demikian pula halnya
dengan lalat, tungau, dan pinjal.
o Agent kimia.
Hampir semua bahan kimia, termasuk obat-obatan mempunyai kemampuan
menimbulkan jejas, kadang kematian. Beberapa diantaranya sangat toksik dan bereaksi
cepat,dianggap sebagai racun tetapi lebih sering berpengaruh secara
samar-samar, dan baru nyata setelah beberapa waktu.
1.
Analgesik
Berton-ton aspirin dan analgesik terjual bebas setiap
tahunnya(cth.fenasetin, asetaminofen) Kelebihan dosis aspirin yang tidak begitu tinggi
walau tdk menimbulkan kematian, dpt menyebabkan reaksi hipersensitivitas
(eritematosa, eksim, angioedema, urtikaria, asma, bahkan anafilaksis) Pemakaian dosis terapi aspirin selama penyakit virus ikut
menyebabkan sindrom Reye Pemakaian aspirin yg
menahun merupakan faktor penting pada perkembangan gastritis dan dapat
menimbulkan tukak peptik gastrikum.
2.
Barbiturat
Tahun 1977 di Britania disebutkan bahwa 70% kematian akibat bunuh diri
disebabkan oleh akibat agen terapi barbiturat Dosis berlebihan yang tidak
disengaja dan tidak dikehendaki, menjadi penyebab lebih dari 15.000 kematian
setiap tahunnya di Amerika Serikat Semua jenis
barbiturat mempunyai efek farmakologik yang serupa, tetapi bervariasi dalam
kecepatan kerja Bila dosis total analgesik(campuran
aspirin,fenasetin, dan asetaminofen) mencapai kadar dlm kilogram selama
bertahun-tahun, dpt terjadi lesi ginjal yg dpt menimbulkan kematian Di Amerika Serikat Fenasetin telah ditarik dari peredaran, karna
penggunaan fenasetin yang lama dan besar dianggap dapat menyebabkan kanker
kandung kemih.
3. Estrogen Eksogen, dan Kontrasepsi Oral (OC).
Estrogen eksogen tergantung pada dosis total dan
lama penggunaan, akan meningkatkan risiko karsinoma pada organ sasaran
tertentu, lebih besar dari organ lain Disamping sifat onkogenitas
yang tampak, estrogen eksogen juga melipatgandakan risiko perjalanan penyakit
empedu pada wanita Kontrasepsi oral masih
menimbulkan pertentangan yang luas, tentang efek jangka pendek dan panjang.
4. Antibiotik
Srain baru kuman kebal obat telah timbul,
terutama yang dapat dicatat seperti stafilokokus, gonokokus, dan enteropatogen
gram negatif. Kuman-kuman ini dan strain-strain lain yg juga kebal, menimbulkan
masalah yang berat dan dapat mencetuskan epidemik yang serius, baik dalam
masyarakat maupun Rumah sakit. Penghancuran mikroflora tubuh sering memberikan
kesempatan bagi proliferasi kuman oportunistik yang mempunyai kemampuan untuk
mencetuskan penyakit hanya pada tuan rumah yang rentan.
EFEK SAMPING AGEN NON-TERAPEUTIK
ü Etil Alkohol
Konsumsi etanol yang berlebihan merupakan salah satu masalah utama
medis, dan kemasyarakatan didunia. Konsumsi alkohol dpt dianggap berlebihan,
bila alkohol menimbulkan efek samping pada kondisi intelektual, kejiwaan, dan
jasmani sesorang.
ü Timbal
Terdapat banyak sumber timbal dari lingkungan. Timbal mempunyai banyak
efek metabolik yang merusak. Timbal menghambat penggabungan besi menjadi hem,
mengganggu sintesis globin, dan menghambat asam delta-aminolevulenat
dehidratase dalam sel darah merah.
ü Karsinogen industrial
Terdapat banyak sumber timbal dari lingkungan.
Timbal mempunyai banyak efek metabolik yang merusak. Timbal menghambat
penggabungan besi menjadi hem, mengganggu sintesis globin, dan menghambat asam delta-aminolevulenat
dehidratase dalam sel darah merah
.
o
Agent
Mikrobiologi
Penyakit menular biasanya disebabkan oleh mikroorganisme. Penyakit
menular bisa menular secara langsung, seperti lewat hubungan seksual, dan bisa
juga secara tidak langsung saat orang yang tidak terinfeksi memegang benda yang
telah disentuh oleh orang yang terinfeksi. Makan dari piring yang sama, minum
dari gelas yang sama, tidur di ranjang yang sama atau memakai handuk yang sama
– ada banyak cara dimana penyakit yang bersifat menular dapat menjangkiti orang
lain. Hewan dapat menjadi
vektor atau pembawa penyakit. Gigitan serangga atau mamalia dapat membawa kuman
penyakit di kelenjar ludahnya dan meneruskannya ke manusia yang digigit. Saat organisme patogen memasuki tubuh terjadi interaksi antara tubuh
dan kuman yang berujung pada penyakit. Tipe penyakit ditentukan oleh tipe
patogen yang memasuki tubuh. Keparahan penyakit tergantung pada kemampuan tubuh
menghadapi infeksi (kekebalan) dan kekuatan atau virulensi kuman tersebut. Patogen
dapat mempengaruhi jaringan dan fungsi tubuh dalam sejumlah cara. Beberapa
patogen menghasilkan enzim yang melarutkan material yang mengikat sel dan
menghasilkan jalan bagi kuman untuk masuk ke jaringan. Kuman lainnya
menghasilkan zat yang membunuh sel tubuh tertentu. Patogen sering merusak sel
dan jaringan tertentu saja. Rickettsia dari Pegunungan Rocky menghasilkan demam
pada hati, begitu juga lintah hati china. Virus polio menyerang sel syaraf.
Spirocheta sipilis sering menyerang jaringan otak. Basil tipes menyerang
jaringan limfe di dinding usus.
Penyebab infeksi dibagi
menjadi 4 kategori, yaitu;
1. Bakteri
Bakteri merupakan
penyebab terbanyak dari infeksi. Ratusan spesies bakteri dapat menyebabkan
penyakit pada tubuh manusia dan dapat hidup didalamnya. Bakteri bisa masuk
melalui udara, air, tanah, makanan, cairan dan jaringan tubuh dan benda mati lainnya.
Infeksi bakteri meliputi permulaan awal dari proses infeksi hingga
mekanisme timbulnya tanda dan gejala penyakit. Ciri-ciri bakteri pathogen
yaitu kemampuan untuk menularkan, melekat pada sel inang, menginvasi sel
inang dan jaringan, mampu untuk meracuni, dan mampu untuk menghindar dari
system kekebalan inang. Beberapa gejala atau asimptomatik. Penyakit
terjadi jika bacteria atau reaksi imunologi yangditimbulkannya menyebabkan
suatu bahaya bagi seseorang.
2. Virus
Virus terutama berisi
asam nukleat (nucleic acid), karenanya harus masuk dalam sel hidup untuk
diproduksi. Untuk menyebabkan penyakit, virus harus memasuki
inang, mengadakan kontak dengan sel yang rentan, bereplikasi, dan
menyebabkan kerusakan sel
3.
Fungi
Berbagai jamur
menyerang kulit. Biasanya jamur hidup di lapisan keratin bagian
atas dan menyebar ke luar pada cincin dermatitis eritematosa bersisik
yang sering disebut ringworm. Pada bagian lainnya paparan lesi tampak
berbeda : di antara jari kaki terlihat seperti kaki
atlet dan di lipat paha seperti tinea kruris. Organism
yang menyebabkan infeksi ini bermacam-macam tetapi yang paling sering
adalah berbagai jenis spesies Trikofiton. Infeksi fungi yang dalam
cenderung menimbulkan abses kronis, sering disertai destruksi berat.
Sering ditemukan pada kondisi tropical tetapi sering juga
terdapat terutama sebagai infeksi oportunistik pada individu dengan
immunosupresi.Blastomikosis, aktinomikosis, dan nokardia sekarang dapat
ditemukan diluar daerah endemic tradisional biasanya akibat dari
perjalanan orang luar atau imunosupresi.
4.
Parasit
Parasit hidup dalam
organisme hidup lain, termasuk kelompok parasit adalah protozoa, cacing
dan arthropoda. Infeksi protozoa jarang ditemukan di daerah
beriklim sedang tetapi di seluruh dunia amoebiasis, tripanosomiasis,
leismaniasis dan toksoplasmosis mengakibatkan penderitaan yang berat dan
pada beberapa daerah di dunia mereka merupakan kelainan dermatoligi utama
yang ditemukan oleh dokter. Sebagian besar kelainan ini, seperti pada
kebanyakan penyakit tropis lainnya, disebarkan oleh parasit arthropoda dan
pengendalian yang paling efektif adalah dengan mengeliminasi vector
dibandingkan dengan mengobati penyakitnya.
5.
Jamur dan
cendawan
Jamur atau
cendawan merupakan mahluk hidup dari golongan tumbuhan yang tidak memiliki
klorofil atau zat hijau daun. Daur hidup jamur ini tergantuk pada mahluk hidup
lain atau makanan yang sudah tersedia. Dilihat dari jumlah selnya, cendawan ada
yang bersel satu, misalnya ragi, dan ada pula yang tersusun atas banyak sel
yang saling terkait satu sama lain dan membentuk hifa.
Komentar
Posting Komentar