VITAMIN LARUT AIR B1,B2,B3,B5 DAN B6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Vitamin (bahasa Inggris: vital
amine, vitamin) adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil
yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat
dihasilkan oleh tubuh. Nama ini berasal dari gabungan kata bahasa Latin vita
yang artinya "hidup" dan amina (amine) yang mengacu pada suatu gugus
organik yang memiliki atom nitrogen (N), karena pada awalnya vitamin dianggap
demikian. Kelak diketahui bahwa banyak vitamin yang sama sekali tidak memiliki
atom N. Dipandang dari sisi enzimologi (ilmu tentang enzim), vitamin adalah
kofaktor dalam reaksi kimia yang dikatalisasi oleh enzim. Pada dasarnya,
senyawa vitamin ini digunakan tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang secara
normal. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula
memberikan manfaat kesehatan
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan vitamin larut air?
2.
Apa saja yang
termasuk dalam vitamin larut air?
3.
Bagaimana
pencernaan vitamin larut air berlangsung?
4.
Bagaimana cara
metabolisme dari vitamin larut air?
1.3 Tujuan
1.
Untuk mengetahui
apa yang dimaksud dengan vitamin larut air;
2.
Untuk mengetahui
apa saja yang termasuk dalam vitamin larut air;
3.
Untuk mengetahui
bagaimana pencernaan vitamin larut air berlangsung;
4.
Untuk mengetahui
cara metabolisme dari vitamin larut air.
BAB II
ISI
VITAMIN LARUT AIR
2.1 DEFINISI
Vitamin larut dalam air adalah
vitamin yang hanya dapat disimpan dalam jumlah sedikit dan biasanya akan segera
hilang bersama aliran makanan
Sebaian besar vitamin larut air
merupakan komponen sistem enzim yang banyak terlibat dalam membantu metabolisme
energi. Vitamin larut air biasanya tidak disimpan dalam tubuh dan dikeluarkan
melalui urine dalam jumlah kecil. Oleh sebab itu vitamin larut air perlu
dikonsumsi setiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu fungsi
tubuh normal.
Vitamin larut air dikelompokkan
menjadi vitamin C dan vitamin B-kompleks. Vitamin B-kompleks terdiri dari
sepuluh faktor yang saling berkaitan fungsinya didalam tubuh dan terdapat
didalam bahan makanan yang hampir sama. Fungsinya terkait dalam proses
metabolisme sel hidup, baik pada tumbuh-tumbuhan maupun hewan sebagai
koenzim dan kofaktor.
2.2 KLASIFIKASI
Secara klasik, berdasarkan
kelarutannya, vitamin digolongkan dalam dua kelompok, yaitu (1) vitamin yang
larut dalam lemak dan (2) vitamin yang larut dalam air, karena yang pertama
dapat diekstraksi dari bahan makanan dengan pelarut lemak dan yang terakhir
dengan air. Beberapa vitamin larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K, yang
hanya mengandung unsur- unsur karbon, hidrogen dan oksigen. Vitamin yang larut
dalam air terdiri atas asam askorbat (C) dan B-komplek (B1 sampai
B12), yang selain mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen,
juga mengandung nitrogen, sulfur atau kobalt.
Vitamin yang larut dalam air
memiliki sifat-sifat umum, antara lain : (1) tidak hanya tersusun atas
unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen; (2) tidak memiliki provitamin; (3)
terdapat di semua jaringan; (4) sebagai prekusor enzim-enzim; (5) diserap
dengan proses difusi biasa; (6) tidak disimpan secara khusus dalam tubuh; (7)
diekskresi melalui urin; (8) relatif lebih stabil, namun pada temperatur
berlebihan menimbulkan kelabilan.
Macam-macam vitamin larut air yang akan kami bahas disini, antara lain :
- Vitamin B1 (Tiamin)
- Vitamin B2 (Riboflavin)
- Niasin (Asam Nikotinat/vitamin B3)
- Asam Pantotenat (Vitamin B5)
- Vitamin B6 (Piridoksin, Piridoksal,
dan Piridoksamin)
1. Vitamin B1 (Tiamin)
Istilah tiamin menyatakan bahwa zat
ini mengandung sulfur (tio) dan nitrogen (amine). Tiamin merupakan Kristal
putih kekuningan yang larut dalam air. Dalam keadaan kering vitamin B1
cukup stabil. Di dalam keadaan larut vitamin B1 hanya tahan panas
bila berada dalam keadaan asam. Dalam suasana alkali vitamin B1
mudah rusak oleh panas atau oksidasi. Kehilangan tiamin oleh pemasakan
bergantung pada lama dimasak, pH, suhu, jumlah air yang digunakan dan dibuang.
Tiamin tahan suhu beku.
Fungsi Vitamin B1
Dalam bentuk pirofosfat (TPP) atau
difosfat (TDP), tiamin berfungsi sebagai koenzim berbagai reaksi metabolism
energy. Tiamin dibutuhkan untuk dekarboksilasi oksidatif piruvat menjadi asetil
KoA dan memugkinkan masuknya substrat yang dapat dioksidasi kedalam siklus
krebs untuk pembentukan energy. Asetil KoA yang dihasilkan enzim ini disamping
itu merupakan precursor penting lipida asetil kolin, yang berarti adanya
peranan TPP dalam fungsi normal system saraf. Didalam siklus krebs, TPP
merupakan kofaktor pada dekarboksilasi oksidatif alfa-kerogglutarat menjadi
suksinil-KoA. TPP juga dibutuhkan untuk dekarboksilasi asam alfa-keto seperti
asam alfa-ketoglutarat dan 2-keto-karboksilat yang diperoleh dari asam-asam
amino metionin, treonin, leusin, isoleusin, dan valin. Tiamin juga merupakan
koenzim reaksi transketolase yang berfunfsi dalam pentose-fosfat shunt, jalur
alternative oksidasi glukosa.
Walaupun tiamin dibutuhkan dalam
metabolisme lemak,
protein dan asam nukleat, peranan utamanya adalah dalam metabolism karbohidrat.
Sumber Bahan Makanan
Sumber makanan vitamin B1
adalah kacang-kacangan, termasuk sayur kacang-kacangan, semua daging organ,
daging tampa lemak, dan kuning telur. Unggas dan ikan juga merupakan sumber
tiamin yang baik. Tiamin didalam serelia utuh terdapat didalam sekam (lapisan
aleuron) dan benihn ya. Roti dibuat dari gandum utuh (whole wheat) kaya akan
tiamin.
Dampak Kekurangan
Beri-beri dapat terjadi karena
kekurangan thiamin dalam jangka panjang. Penyakit ini ditemukan pertama kali di
Timur Jauh saat pembuatan beras ‘poles’ (polish rice) tersebar luas. Beras yang
dipoles mengakibatkan pembuangan kulit yang kaya akan thiamin. Beri- beri dapat
merusak sistem syaraf dan keracunan otot. Gejala kekurangan yang lain adalah
irama jantung yang tidak normal, gagal jantung, kelelahan, susah berjalan,
kebingungan dan kelumpuhan.
Dampak Kelebihan
Pemakaian thiamin yang melebihi
normal mempengaruhi sistem syaraf. Hal ini karena reaksi hipersensitif yang
dapat berpengaruh pada kelelahan, sakit kepala, sifat lekas marah dan susah
tidur. Sistem darah dapat terpengaruh, karena denyut nadi menjadi cepat.
2. Vitamin B2 (Riboflavin)
Dalam bentuk murni, riboflavin
adalah Kristal kuning. Riboflavin larut air, tahan panas, oksidasi dan asam,
tetapi tidak tahan alkali dan cahaya terutama sinar ultraviolet. Dalam proses
pemasakan tidak banyak yang rusak.
Fungsi Vitamin B2
Riboflavin berfungsi sebagai
koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk menghasilkan energi dari nutrisi
penting untuk tubuh manusia. Riboflavin berperan pada tahap akhir dari
metabolisme energi nutrisi tersebut.
Sumber Bahan Makanan
Riboflavin terdapat luas di dalam
makanan hewani dan nabati, antara lain susu, keju, ayam, hati, daging, brokoli,
bayam, jamur, dan sayuran berwarna hijau. Penggunaan serealia tumbuk atau
hasil-hasil serealia yang diperkaya meningkatkan konsumsi riboflavin.
Dampak Kekurangan
Kekurangan riboflavin dapat
menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat
dengan sudut mata dan bibir seperti halnya sensitivitas yang berlebihan
terhadap sinar (photophobia) . Hal ini dapat juga menyebabkan keretakan pada
sudut mulut (cheilosis).
Tanda-tanda awal kekurangan
ribovlofin antara lain mata panas dan gatal, tidak tahan cahaya, kehilangan
ketajaman mata, bibir, mulut serta lidah sakit dan panas, pembesaran kapiler
darah di sekeliling mata. Di samping itu dapat pula mengakibatkan bayi lahir
sumbing dan gangguan pertumbuhannya.
Kelebihan Vitamin B2
Akibat kelebihan B2 atau penggunaan secara over
dosis dapat menimbulkan efek samping. Tapi secara pasti gejala dan akibat
kelebihan vitamin B2 adalah tekanan darah menjadi
rendah, menggalami kelelahan, anemia atau kurang darah, menggalami mual dan
muntah.
3. Vitamin B3 = Niasin (Asam Nikotinat)
Niasin adalah istilah generic untuk
asam nikotinat dan turunan alamiyah nikotinamida (niasin amida). Niasin
merupakan Kristal putih yang lebih stabil dari tiamin dan riboflavin. Niasin
tahan terhadap suhu tinggi, cahaya, asam, alkali, dan oksidasi. Niasin tidak
rusak oleh pengolahan dan pemanasan normal, kecuali kehilangan melalui air
masakan yang dibuang. Nisin mudan diubah menjadi bentuk aktif nikotinamida.
Fungsi Niasin
Nikotinamida berfungsi di dalam
tubuh sebagai bagian koenzim NAD dan NADP (NADH dan NADPH adalah bentuk
reduksinya). Koenzim-koenzim ini diperlukan dalam reaksi oksidasi-reduksi pada
glikolisis, metabolism protein, asam lemak, pernapasan sel dan detoksifikasi,
di mana perannya adalah melepas dan menerima atom hydrogen. NAD juga berfungsi
dalan sintesis glikogen. Niasin membantu kesehatan kulit, sistem syaraf dan
sistem pencernaan.
Sumber Bahan Makanan
Sumber niasin adalah hati, ginjal,
ikan, daging, ayam dan kacang tanah. Susu dan telur mengandung sedikit niasin
tetapi kaya triptofan. Sayur dan buah tidak merupakan sumber niasin. Sebagian
besar protein hewani kaya akan triptofan. Untuk membuat suatu penafsiran kasar,
protein rata-rata makanan dapat dianggap mengandung 1% triptofan.
Dampak Kekurangan Niasin
Pada tahap awal tanda-tanda
kekurangan niasin adalah kelemahan otot, anoreksia, gangguan pencernaan dan
kulit memerah. Kekurangan berat menyebabkan Pellagra (penyakit kekurangan
niacin), menunjukkan gejala seperti dermatitis, diare dan dementia . Hal ini
meluas di bagian selatan US pada awal 1900. Gejala kekurangan niacin lainnya
adalah kehilangan nafsu makan, lemah, pusing dan kebingungan mental. Kulit
dapat menunjukkan gejala dermatitis simetrik bilateral, khususnya pada daerah
yang terkena sinar matahari langsung.
Dampak Kelebihan Niasin
Niasin dalam jumlah yang besar dapat
menjadi racun pada sistem syaraf, lemak darah dan gula darah. Gejala – gejala
seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan
dapat terjadi. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi hati dan
dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. Vitamin B6 (Piridoksin,
piridoksal, piridoksamin)
Hal ini dapat menyebabkan gejala
seperti kehilangan nafsu makan, mual, depresi, kelemahan dan kelelahan. Dosis
tambahan biotin diberikan pada pasien untuk mencegah defisiensi.
4. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Asam pantotenat adalah Kristal putih
yang larut air, rasa pahit, lebih stabil dalam keadaan larut daripada kering,
serta mudah terurai oleh asam, alkali dan panas kering. Dalam keadaan netral
asam pantotenat tahan terhadap panas basah.
Fungsi Asam Pantotenat
Asam pantotenat berperan dalam
metabolisme sebagai bagian dari koenzim A. Koenzim ini berperan untuk membawa
molekul dalam proses pemecahan glukosa, asam lemak dan metabolisme energi. Asam
pantotenat terlibat pula dalam sintesis hormone steroid, kolesterol,
fosfolipida, dan porfirin yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin.
Dampak Kekurangan
Karena Asam Pantotenat banyak
terdapat di dalam bahan makanan, kekurangan asam pantotenat jarang terjadi.
Gejala-gejala kekurangannya adalah rasa tidak enak pada saluran cerna,
kesemutan dan rasa panas pada kaki, muntah-muntah, diare yang timbul
sekali-sekali, rasa lelah dan susah tidur.
Dampak Kelebihan
Gejala kelebihan kadang-kadang
menyebabkan diare dan perut kembung.
5. Vitamin B6 (Piridoksin,
Piridoksal, dan Piridoksamin)
Vitamin B6 terdapat di
alam dalam tiga bentuk : piridoksin, piridoksal, dan piridoksamin. Piridoksin
hidroklorida adalah bentuk sintetik yang digunakan sebagai obat. Dalam keadaan
difosforilasi, vitamin B6 berperan sebagai koenzim berupa piridoksal
fosfat (PLP) dan piridoksamin (PMP) dalam berbagai reaksi transaminasi. Di
samping itu PLP berperan dalam berbagai reaksi lain.
Fungsi
Vitamin B6 berperan dalam
metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk
mensintesis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel
darah merah.
Sumber Bahan Makanan
Vitamin B6 paling banyak
terdapat di dalam khamir, kecambah gandum, hati, ginjal, serealia tumbuk,
kacang-kacangan, kentang, dan pisang. Susu, telur, sayur, dan buah mengandung
sedikit vitamin B6. Vitamin B6 di dalam bahan makanan
hewani lebih mudah diabsorpsi daripada yang terdapat didalam bahan makanan
nabati.
Dampak Kekurangan
Orang yang mempunyai kadar vitamin B6
rendah, menunjukkan gejala seperti lemah, sifat lekas marah dan susah tidur.
Selanjutnya gejala kegagalan pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik dan
kejang-kejang, anemia, penurunan pembentukan antibody, peradangan lidah, serta
luka pada bibir, sudut-sudut mulut dan kuit. Kekurangan vitamin B6
berat dapat menimbulkan kerusakan pada system saraf pusat.
Dampak Kelebihan
Konsumsi vitamin B6 dalam
jumlah berlebihan selama berbulan-bulan akan menyebabkan kerusakan saraf yang
tidak dapat diperbaiki, dimulai dengan semutan pada kaki, kemudian mati rasa
pada tangan dan akhirnya tubuh tidak mampu bekerja. Kemudian gejala keracunan
adalah kesulitan berjalan, kelelahan dan sakit kepala. Ketika konsumsi
dikurangi, gejala-gejala ini berkurang, tetapi tidak selalu hilang sepenuhnya.
Gejala kelebihan vitamin B6 ini sudah dapat dilihat pada konsumsi
sebanyak 25 miligram sehari.
2.3 PENCERNAAN VITAMIN LARUT AIR
Vitamin yang larut lemak atau
minyak, jika berlebihan tidak dikeluarkan oleh tubuh, melainkan akan
disimpan. Sebaliknya, vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B kompleks dan
C tidak disimpan, melainkanakan dikeluarkan oleh sistem pembuangan tubuh.
Akibatnya selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap hari. Vitamin yang
alami bisa didapat dari produk sayur, buah dan produk hewani. Seringkali makanan
yang terkandung dalam makanan atau minuman tidak berada dalam keadaan bebas,
melainkan terikat, baik secara fisik maupun kimia. Proses pencernaan makanan,
baik didalam lambung dan usus halus akan membantu melepaskan vitamin dari
makanan agar bisa diserap oleh usus.Vitamin diserap oleh usus dengan proses dan
mekanisme yang berbeda. Vitamin larut air langsung diserap melalui saluran
darah dan ditransportasikan ke hati.
2.4 METABOLISME
VITAMIN LARUT AIR
Vitamin yang larut dalam air, yaitu
vitamin B kompleks dan C, tidak disimpan melainkan akan dikeluarkan oleh system
pembuangan tubuh. Akibatnya, selalu dibutuhkan asupan vitamin tersebut setiap
hari.
Proses Metabolismenya :
Proses pencernaan makanan, baik di
dalam lambung maupun usus halus akan membantu melepaskan vitamin dari makanan
agar bisa diserap oleh usus. Vitamin larut air langsung diserap melalui saluran
darah dan ditransportasikan ke hati. Proses dan mekanisme penyerapan vitamin
dalam usus halus diperlihatkan pada table berikut.
Tabel Proses dan Mekanisme Penyerapan Vitamin dalam
Usus Halus
|
Jenis Vitamin
|
Mekanisme Penyerapan
|
|
Vitamin B1 (Tiamin)
|
Difusi pasif (apabila jumlahnya dalam lumen usus
sedikit), dengan bantuan Na+ (bila jumlahnya dalam lumen usus
banyak)
|
|
Vitamin B2 (Riboflavin)
|
Difusi pasif
|
|
Vitamin B3
(Niasin)
|
Difusi pasif (menggunakan Na+)
|
|
Vitamin B6 (Piridoksin)
|
Difusi Pasif
|
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan yang kami peroleh dari materi ini yaitu vitamin adalah organik
kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat
dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu harus di datangkan dari makanan. Vitamin
termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Vitamin
yang larut dalam air yaitu Vitamin C, B1, B2,B3,B5,B6,B8,
B12, Folat, Kolin. Tetapi yang dibahas oleh kelompok kami yaitu
Vitamin B1, B2,B3,B5,B6. Dan
berikut adalah sifat vitamin yang larut dalam air:
Ø Larut
dalam air
Ø Simpanan
dari kelebihan kebutuhan sangat sedikit
Ø Dikeluarkan
melalui urin
Ø Gejala
difisiensi sering terjadi dengan cepat
Ø Harus
selalu perlu ada dalam makanan sehari-hari
Ø Umumnya
tidak mempunyai prekusor
Ø Selain
C,H,dan O mengandung N, kadang-kadang S dan Co
Ø Di
absorbsi melalu vena porta
Ø Dibutuhkan
oleh organisme sederhana dan kompleks
Ø Bersifat
toksin hanya pada dosis tinggi/megadosis (>10x KGA)
Komentar
Posting Komentar